hfis bpjs

HFIS BPJS dan Pcare, Dua Kemudahan bagi Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau yang dikenal dengan BPJS, pada tahun 2018 lalu meluncurkan Aplikasi Health Facilities Information System (HFIS) untuk mempermudah dan mempercepat komunikasi dan kerjasama BPJS dengan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia. Aplikasi HFIS BPJS ini merupakan aplikasi online berbasis website yang dapat digunakan oleh seluruh fasilitas kesehatan yang sudah dan akan berkerjsama dengan BPJS.

hfis bpjs

HFIS BPJS dan Pcare, Dua Kemudahan bagi Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Alur pendaftaran dan kerjasama

  1. Fasilitas kesehatan harus mengirimkan surat permintaan kerjasama terlebih dahulu ke kantor BPJS terdekat melalui pos, e-mail, atau dapat langsung diantar
  2. Setelah diterima oleh BPJS fasilitas kesehatan akan diberikan akun dan password aktivasi melalui email untuk mengakses aplikasi HFIS
  3. Fasilitas kesehatan kemudian mengisi self-assesment dan melengkapi data profil pada aplikasi HFIS
  4. Fasilitas kesehatan yang sudah terdaftar dapat memantau data fasilitas kesehatan lainnya
  5. Fasilitas kesehatan yang sudah terdaftar akan mendapat hak akses Fasilitas Kesehatan Kerjasama yang dapat mengakses profil dan melakukan perubahan data

hfis bpjs

Pemberian rujukan secara online

Saat pasien yang merupakan peserta BPJS berobat di salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan memerlukan rujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), data pasien tersebut akan dimasukan melalui sistem rujukan online di aplikasi HFIS oleh petugas di FKTP. Data riwayat penyakit dan identitas pasien akan di-input ke dalam aplikasi HFIS  sehingga dapat diakses langsung oleh fasilitas kesehatan rujukan. Sistem ini mengharuskan seluruh fasilitas kesehatan baik FKTP maupun FKRTL agar secara bekersinambungan mempebarui dan melengkapi data pada HFIS tersebut. Hal itu dilakukan supaya kerja integrasi antar fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara valid.

Sistem ini memungkinkan FKTP mengetahui semua fasilitas yang ada pada FKRTL sehingga dapat dengan cepat memilih FKRTL yang sesuai. FKTP dapat segera menetukan FKRTL yang memiliki pelayanan kesehatan yang sesuai, tempat yang dekat, RS yang tidak banyak antrean, sehingga pasien dapat dengan nyaman berobat. Selain itu, pasien tak perlu lagi membawa dokumen rujukan yang sangat banyak ke FKRTL. Pasien hanya perlu menunjukkan kartu JKN atau KIS. FKRTL juga sudah memiliki data pasien yang dirujuk tersebut dan sudah mengetahui maksud dan tujuan pasien tersebut ke sana sehingga pasien tak perlu lagi menjelaskan. Sistem ini juga dapat meminimalisasi kemungkinan terjadinya tindakan dan diagnosa yang salah.

Dalam melaksanakan pelayanan kesehatan menggunakan HFIS ini, BPJS berpegang pada 4 prinsip yaitu

  1. Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara berjenjang
  2. Memperhatikan spesialisasi dalam penanganan permasalahan kesehatan
  3. Mempertimbangkan letak geografis
  4. Mempastikan ketersediaan fasilitas yang dibutuhkan di FKRTL

Aplikasi Pcare BPJS untuk pasien

Jika integrasi informasi data antar fasilitas kesehatan disediakan oleh BPJS dalam bentuk HFIS, maka untuk pasien, BPJS menyediakan fasilitas agar pasien dapat memperoleh informasi seputar fasilitas kesehatan dengan berupa Primary Care (Pcare). Aplikasi ini terhubung dengan sistem HFIS. Pcare dapat diakses melalui laman https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/#/app/dashboard atau dengan mengunduh aplikasi P-Care di Appstore pada smartphone. Aplikasi Pcare BPJS ini menyediakan informasi seperti daftar FKTP dan FKRTL, jumlah kamar di fasilitas kesehatan, letak apotek terdekat, dan sebagainya.

hfis bpjs

Dua aplikasi tersebut diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat layanan kesehatan baik bagi pasien maupun bagi penyedia fasilitas kesehatan. Sistem ini belum mencakup 100% fasilitas kesehatan yang tersedia di Indonesia dan tidak semua daerah di Indonesia mudah mendapatkan akses internet untuk menjalankan sistem ini. Namun tak dapat dipungkiri, upaya ini sudah dapat menjadi titik terang bagi kemajuan pelayanan kesehatan di Indonesia. Semoga sistem ini dapat diterapkan di seluruh Indonesia kelak.